Setiap kali kulantunkan bait kalam itu,
Serasa remuk hatiku dipukul palu,
Sudah berapa banyak air mata ini membasahi pipi,
hingga perih tak lagi kupeduli,
Ku dengar setiap hari kalam itu dibaca,
Tiga puluh satu kali ditegur dengan nada tanya yang sama,
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ?"
Walau itu bukan sebuah pertanyaan yang perlu diberi jawaban,
Namun mungkin itu sudah lebih dari cukup sebuah isyarat bahwa kita berpaling tanpa beban.
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments

0 komentar:

 
SAMA SETIA © 2016 All Rights Reserved. Powered by Arlin, SKM
Top