Jika engkau mencintaiku karena menyejukkan setiap mata yang memandangnya, kemudian aku bertanya, “Saat semua itu memudar ditempuh usia, seberapa pudarkah kelak cintamu padaku ?”

Jika engkau mencintaiku karena sifatku yang ceria menjadi semangat yang menyala di dalam hatimu, kemudian aku bertanya, “Bila keceriaan itu kelam dirundung duka, seberapa muram cintamu padaku ?”

Jika engkau mencintaiku karena ramah hatiku memberi kehangatan dalam setiap sapaanmu, kemudian aku bertanya, “sekiranya keramahan itu tertutup kabut prasangka, seberapa mampu cintamu memendam praduga ?”

Jika engkau mencintaiku karena cerdasnya diriku membuatmu yakin pada putusanku, kemudian aku bertanya, “Ketika kecerdasan itu berangsur hilang menua, seberapa bijak cintamu tuk tetap mengharapku ?” 

Jika engkau mencintaiku karena kemandirian yang ku miliki menyematkan rasa banggamu yang mengenalku, kemudian aku bertanya, “Jika disuatu saat nanti aku tidak bisah lagi mandiri, seberapa tangguh cintamu tuk tetap bersamaku ?”

Jika engkau mencintaiku karena tegarnya sikapku yang menghadirkan rasa kagummu, kemudian aku bertanya, “Andai ketegaran itu rapuh diterpa badai dan gelombang pasang surutnya kehidupan, seberapa kuat cintamu bertahan ?”

Jika engkau mencintaiku karena pengertian yang kuberikan menumbuhkan ketenangan karena kepercayaan yang kutanam, kemudian aku bertanya, “Kelak pengertian itu tertelan oleh ego sesaat, seberapa mampu engkau memahamiku ?”

Jika engkau mencintaiku karena luasnya danau kesabaranku, hingga menambah dalamnya rasa cintamu yang semakin mengenalku, kemudian aku bertanya, “Mungkin kesabaran itu mencapai batas bendungan kesalahanku, mampukah engkau memaafkanku ?”

Jika engkau mencintaiku karena keteguhan imanku yang menyejukkan jiwamu, kemudian aku bertanya, “Kala iman itu jatuh menurun, seberapa berkurang akhirnya cintamu padaku ?”

Jika engkau mencintaiku karena telah menjadi pilihanmu sebagai cinta yang akan engkau pegang sepanjang hayat, kemudian aku bertanya, “Ketika hati ini tergoncang godaan, seberapa teguh cintamu untuk tetap setia ?”
Andai sejuta alasan tidak cukup untuk membuat cintamu tetap bersama diriku, maka biarkan aku pinta satu alasan tuk menjaga cinta kita, “Aku ingin engkau mencintaiku karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala, karena Dia akan selalu ada tuk menjaga cinta yang akan tetap utuh dan setia hingga akhir hayat kita. “Aku ingin kau mencintaiku karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan segala kekurangan dan kelemahanku”

 
By : Arlin Jabar Elsalury
Comments
0 Comments

0 komentar:

 
SAMA SETIA © 2016 All Rights Reserved. Powered by Arlin, SKM
Top